Home / Berita / Naratif / NARATIF | Mengapa Gen Z protes?

NARATIF | Mengapa Gen Z protes?

Gelombang protes yang dipimpin Gen Z sedang meledak di pelbagai negara. Dari jalan raya Jakarta, Kathmandu, Manila hingga ke kota-kota lain, anak muda turun dengan sepanduk dan suara lantang menuntut perubahan. Persoalannya: mengapa Gen Z memilih jalan protes?

  1. Melawan korupsi

Di Indonesia, ribuan mahasiswa turun membantah rang undang-undang yang dianggap membuka ruang korupsi dan melemahkan institusi antirasuah. Di Nepal, protes besar di Kathmandu menolak elit politik lama yang terus gagal mengurus ekonomi. Bagi Gen Z, korupsi bukan sekadar angka dalam laporan rasmi, ia realiti yang menindas kehidupan mereka—dari yuran pengajian hingga harga barang asas.

  1. Krisis ekonomi & sosial

Anak muda di Filipina melancarkan aksi jalanan menentang kenaikan harga makanan, gaji rendah, dan sistem politik yang penuh dengan dinasti keluarga elit. Gen Z melihat kegagalan pemerintah bukan sekadar isu polisi, tapi soal masa depan mereka yang semakin kabur.

  1. Tidak percaya pada elit lama

Generasi ini sudah muak dengan wajah lama yang berulang-ulang memimpin tetapi gagal membawa perubahan. Dari Indonesia hingga Nepal, tuntutannya sama: beri ruang kepada generasi baru untuk memimpin.

  1. Solidariti lintas negara

Gen Z lahir dalam era internet. Apa yang berlaku di Jakarta segera dilihat di Manila, apa yang meledak di Kathmandu cepat sampai ke timeline anak muda di Sabah. Satu protes memberi inspirasi kepada yang lain. Inilah solidariti global yang tidak boleh dibendung.

Gen Z protes kerana mereka tahu masa depan tidak boleh diserahkan kepada elit lama yang korup dan gagal. Dari Asia Tenggara hingga Asia Selatan, suara mereka sama: cukup sudah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *